Pages

Saturday, 28 February 2009

Banjir, Jalur Surabaya-Bojonegoro Dialihkan

Kritisnya tanggul di sejumlah titik di perbatasan Lamongan-Bojonegoro, mengakibatkan arus lalu-lintas Surabaya-Bojonegoro dialihkan. Kendaraan bermotor dari arah Lamongan yang menuju bojonegoro terpaksa dialihkan melalui kecamatan Rengel kabupaten Tuban dan sebaliknya.


Sejumlah kendaraan yang hendak melintasi Babat dari arah Bojonegoro terpaksa berputar arah. warga membuat blokade di tengah jalan. Sementara petugas lalu lintas sibuk mengatur lalu lintas.

Pengalihan ini disebabkan kritisnya tanggul di sejumlah titik di kelurahan Banaran kecamatan Babat.. Jika kendaraan besar tetap melintas, dikhawatirkan goncangannya akan semakin memperburuk keadaan.

Kendaraan dari arah Lamongan yang menuju Bojonegoro, dialihkan melalui kecamatan Rengel kabupaten Tuban dan sebaliknya. Di pertigaan desa Bedahan polisi sudah memasang larangan untuk melintas melalui pasar Babat.

Kasat Lantas Polres Lamomongan, AKP Nuriyanto mengatakan, pengalihan jalur lalu-lintas ini dilakukan agar pengguna jalan tidak menjadi korban jika sewaktu-waktu tanggul jebol. “Kita sudah berkoordinasi dengan polres Bojonegoro, Tuban, serta Gresik untuk pengalihan ini.” Imbuhnya.

Untuk mengantisipasi jebolnya tanggul, warga dan sejumlah anggota TNI bergotong royong meninggikan tanggul dengan karung-karung berisi pasir. Jalur akan kembali dibuka jika tanggul dalam keadaan aman dari banjir.

Friday, 27 February 2009

Ponpes Kebanjiran, Santri Dipulangkan

Akibat jebolnya tanggul bengawan solo di desa Bulu Tigo kecamatan Laren Lamongan, sebuah pesantren terpaksa memulangkan ratusan santrinya. Selain merendam pesantren, sebuah sekolah dasar juga terendam air setinggi dua meter.

Thursday, 26 February 2009

Banjir Meluas, Warga Belum Dapat Bantuan

Memasuki hari kedua, banjir akibat meluapnya sungai bengawan solo semakin meluas. Hampir semua desa dibantaran sungai bengawan solo tak luput dari banjir. Warga di kecamatan Laren mengaku belum mendapat bantuan apapun dari pemerintah.

Sejumlah di desa di kecamatan Babat, Laren, dan Karangbinangun, tak luput dari terjangan banjir akibat luapan sunngai bengawan solo.

Ketinggian air yang merendam rumah warga beragam. mulai dari setengah meter hingga satu meter. Kondisi terparah dialami warga desa Truni kecamatan Babat.

Desa Truni sudah sepuluh hari surut dari banjir awal bulan lalu, namun saat ini sudah terendam banjir lagi. Meski banjir saat ini lebih tinggi, namun warga memilih untuk tidak mengungsi.

Dari tiga kecamatan yang terendam air, kecamatan Laren menjadi kecamatan yang desanya paling banyak diterjang banjir. saat ini sedikitnya 10 desa telah terendam air.

Warga di kecamatan laren saat ini sibuk meninggikan tanggul agar air tidak masuk ke desa mereka. Sementara itu banjir juga merendam sejumlah sekolah di kecamatan Laren. akibatnya, siswa terpaksa diliburkan untuk waktu yang tidak ditentukan.

Sumini, warga desa sanggrahan kecamatan Laren mengaku hingga kini belum dapat bantuan apapun dari pemerintah. Ia sendiri tidak mengungsi Karena rumahnya masih dianggap layak untuk ditinggali.