Pages

Thursday, 29 January 2009

Flu Burung Mewabah di 11 Kecamatan


Virus H5N1 atau flu burung mewabah di 11 kecamatan di Lamongan dalam kurun waktu dua bulan. Tercatat dalam dua bulan terakhir, 4000 lebih unggas milik warga mati. Namun hingga kini, belum ada laporan flu burung menyerang manusia.

Dua kecamatan terakhir yang terinveksi virus flu burung adalah kecamatan Deket dan Karang Binangun. Dua kecamatan tersebut menyusul sembilan kecamatan lain yang terserang H5N1 pada pertengahan Desember lalu.

Dari 11 kecamatan tersebut, tercatata lebih dari 4000 unggas yang mati mendadak. Data dinas peternakan menyebutkan, kebanyakan unggas yang mati merupakan ayam kampung yang setiap hari berdekatan dengan manusia.

Kasi kesehatan hewan Dinas Peternakan Lamongan, Raulan mengatakan, agar virus flu burung tidak meluas, dinas terkait kini menggencarkan penyemprotan unggas warga dengan disinfektan.

Meski penyebaran flu burung sangat cepat, namun hingga kini belum ada laporan virus H5N1 ini menyerang manusia. Diduga penyebaran virus mematikan ini melalui bengawan solo. Bangkai unggas yang mati terserang flu burung terseret aliran air dan menyebar ke pemukiman warga.

Tuesday, 27 January 2009

Tak Punya Uang Untuk Dukung Timnas PSSI, Pemuda Temukan Sanca


Seorang pemuda di Lamongan yang menjadi pendukung setia tim nasional PSSI, senin malam menemukan ular sanca dengan panjang 4 meter 60 kilogram di tengah jalan. Ia berharap ular tersebut laku dijual, sehingga uangnya bisa dijadikan bekal untuk mendukung timnas PSSI yang akan bertanding melawan Australia di gelora Bung karno besok.

Sejak dua hari terakhir, Eko, warga jalan Suwoko ini resah karena hingga kini belum mempunyai uang untuk berangkat ke Jakarta, menyaksikan pertandingan timnas PSSI melawan Australia, yang akan berlangsung besok di stadion Gelora Bung Karno dalam lanjutan piala asia 2010.

Tiba-tiba saat ia jalan-jalan di malam hari, ia mendapati seeokor ular sanca yang panjangnya mencapai empat meter sedang melintas di atas aspal di jalan suwoko.

Takut bercampur kaget, Eko kemudian mengendap mendekati ular tersebut. Lantaran berontak saat hendak ditangkap, Eko kemudian mengambil karung goni untuk menangkap ular dengan berat 60 kologram ini.

Setelah ditangkap, ular tersebut kemudian ia bawa pulang dan ia masukkan ke dalam kotak yang bisa digunakan untuk memelihara anak ayam.

Eko berharap ular tersebut bisa laku dijual dan uangnya akan digunakan untuk berangkat ke Jakarta, memberikan dukungan pada timnas PSSI yang akan meladeni Australia di Gelora Bung Karno besok.

Selain itu, ia percaya timnas PSSI akan mampu mengalahkan tim benua kanguru itu jika para pemain Indonesia mampu bermain dengan taktik licin seperti ular yang ia temukan.

Monday, 26 January 2009

Fatwa MUI Ancam Gulung Tikar Indistri Rokok Rumahan


Produsen rokok rumahan di Lamongan terancam gulung tikar akibat fatwa MUI yang menyatakan rokok haram bagi anak-anak, remaja, wanita hamil dan perokok di tempat umum. 18 dari 33 produsen rokok rumahan di lamongan telah gulung tikar dan sebagian lain tinggal menunggu waktu.

sebelum adanya fatwa MUI yang menyatakan rokok haram, belasan produsen rokok rumahan yang tergabung dalam asosiasi produsen rokok Indonesia, ASPRI Lamongan telah gulung tikar. Kondisi tersebut disebabkan kenaikan harga cukai serta krisis global belakangan ini.

Saat ini tak lebih dari sepuluh pengusaha rokok rumahan yang mampu bertahan, itupun tak bisa dijamin sampai kapan. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan bahwa rokok haram.

Suprayitno, salah seorang pengusaha rokok rumahan di desa Puter Kecamatan Kembangbahu, mengaku saat ini produksinya menurun hingga 70 persen. Imbasnya, banyak karyawan yang dirumahkan. Alat-alat melinting rokokpun banyak yang menganggur.

Suprayitno menilai, fatwa MUI tidak berdasar karena fatwa tersebut dikeluarkan setelah rokok dikenal sejak ratusan tahun lalu. Ia menyayangkan jika usahanya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja ini akan gulung tikar.

Para pengusaha rokok rumahan ini berharap pemerintah memberikan solusi, karena jika gulung tikar, mereka akan merigi dan para pekerjanya akan kembali menjadi pengangguran yang menjadi beban pemerintah.