Pages

Wednesday, 3 March 2010

Jurnalis, Mahasiswa Dukung Cabup-Cawabup Anti Korupsi

Jurnalis atau wartawan yang sehari-hari bertugas melakukan peliputan di Lamongan dan sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi ekstra kampus yang tergabung dalam gerakan DUkung cabup-Cawabup Anti Korupsi, kamis siang menggelar aksi bgi-bagi kaos kepada pengguna jalan. Selain itu, mereka juga berorasi meneriakkan slogan-slogan anti korupsi.

Jika biasanya wartawan melakukan aksi peliputan jika terjadi unjuk rasa, maka kali ini lebih dari 30 jurnalis lamongan justru turun ke jalan. Aksi jurnalis bersama sejumlah aktivis mahasiswa ini merupakan bentuk gerakan moral anti korupsi.

Di mulai dari balai wartawan di jl. Kombespol M. Duryat, jurnalis bersama mahasiswa melakukan longmarch menuju perempatan alun-alun. Disana jurnalis dan mahasiswa membagikan kaos bertema pemberantasan korupsi kepada pengguna jalan. Selain itu, mereka juga menggelar poster dan berorasi selama aksi berlangsung.

Dalam orasinya, Amin, salah seorang jurnalis elektronik mengatakan, Lamongan kedepan harus dipimpin oleh figur yang bebas dari korupsi, mempunyai komitmen untuk menjalankan roda pemerintahan dengan bersih dan anti terhadap praktik-praktik korupsi yang notabene hanya menyengsarakan rakyat.

Sementara itu, abdul wakhid, coordinator lapangan dalam aksi ini mengatakan, jurnalis dan wartawan tidak mendukung salah satu dari empat calon bupati dan wakil bupati lamongan yang sudah mendaftarkan diri ke KPU. Gerakan ini hanya untuk membuka wacana ditengah masyarakat akan pentingnya pemberantasan korupsi. “Untuk mewujudkan Lamongan kedepan jauh dari korupsi, maka sangat lazim apabila dimulai dengan memilih bupati dan wakil bupati yang bersih dari korupsi”, ujar wakhid.

Setelah semua kaos habis disebar ke pengguna jalan, aksipun berakhir. Jurnalis Lamongan dan sejumlah mahasiswa yang bergabung dalam aksi kemudian membubarkan diri.


Banjir Rendam Sawah dan Jalan

Luapan sungai di desa kacangan kecamatan tikung lamongan, mengakibatkan jalan penghubung dua kecamatan, yakni kecamatan Tikung dan kecamatan sarirejo terendam air setinggi lutut orang dewasa. selain itu, banjir juga merendam tanaman padi yang sepekan lagi memasuki masa panen. akibatnya para petani terpaksa memanen ini tanaman padi mereka.


luapan air sungai kacangan di desa kacangan, menjadi penyebab terndamnya jalan poros kecamatan sepanjang satu kilo meter yang menghubungkan kecamatan sarirejo dan kecamatan tikung ini.

genangan air tersebut membuat arus lalu-lintas terganggu. banyak pengguna jalan yang kendaraannya mogok saat berusaha menerobos banjir. siswa sekolah pun banyak yang terpaksa membolos akibat takut melintasi banjir.

tak hanya menggenangi jalur poros kecamatan, banjir juga merendam puluhan hektare tanaman padi yang sepekan lagi memasuki masa panen. para petani yang tak ingin mengalami kerugian terpaksa memanen ini tanaman pai mereka.


banjir di desa kacanngan ini selalu terjadi jika curah hujan tinggi. setidaknya sudah dua kali, sejak sepekan terakhir, banjir merendam sawah dan jalan poros kecamatan ini.

warga berharap pemerintah kabupaten lamongan bertindak serius untuk mengatasi masalah banji ini. terutama melakukan pengerukan sungai yang sudah tidak lagi mampu menampung air hujan.


Tuesday, 2 March 2010

Pelajar SMP Kompak Mencuri

Empat pelajar di lamongan yang masih duduk di sekolah lanjutan tingkat pertama, kompak menjadi pencuri spesialis counter handphone. dari tangan keempat pelajar ini petugas mengamankan sejumlah telepon genggam dan empat buah senapan angin.

Mar'i, hendro,endin,dan bayu, pelajar sekolah lanjutan tingkat pertama di lamongan ini terpaksa berurusan dengan petugas mapolsek pucuk lantaran terbukti telah membobol beberapa counter hand phone.

Keempat pelajar ini mengaku nekat melakukan pencurian lantaran ingin membeli baju baru dan bersenang senang dengan teman sebayanya.

Aksi empat pelajar ini terbilang nekat, berbekal sebuah gergaji, mereka beraksi dengan membobol cendela counter pada dini hari.

Setiap melakukan akisnya, keempat pelajar ini memiliki tugas sendiri-sendiri,dua orang berjaga di luar counter dan dua lainnya masuk untuk menjara counter hand phone.
Penangkapan para tersangka sendiri bermula dari aksi tersangka yang kepergok warga saat beraksi disebuah counter hand phone didesa paji kecamatan pucuk lamongan.

Satu tersangka berhasil ditangkap warga,dan tiga lainnya berhasil melarikan diri, atas pengembangan yang dilakukan petugas ,akhirnya ketiga tersangka berhasil ditangkap petugas.

Dihadapan petugas, para tersangka mengaku telah melakukan aksi pencurian di beberapa counter hand phone.

Petugas berhasil mengamankan keempat tersangka bersama barang bukti puluhan hand phone,aksesoris hand phone,sebuah eligi 3 kilo gram,dan empat buah senapan angin. meski masih tergolong anak-anak, namun petugas tetap akan memproses keempatnya dengan hukum yang berlaku.