Pages

Saturday, 2 January 2010

Jelang Persela vs Persebaya, Polisi Razia Bonek

Menjelang laga antara persela lamongan melawan persebaya surabaya, aparat kepolisian lamongan melakukan antisipasi terhadap kedatangan suporter fanatik persebaya atau bonek. di stasiun kereta api lamongan, petugas mengamankan sejumlah bonek.

puluhan petugas dari polres lamongan dibantu anggota brimob dari polwil bojonegoro, sejak pagi disiagakan di stasiun kereta api lamongan dan sejumlah titik yang diduga akan dilewati suorter bonek.

penjagaan ketat ini guna mengantisipasi ulah suporter bonek yang akan ke lamongan memberikan dukungan pada persebaya yang nanti malam akan di jamu persela lamongan.

sejumlah bonek yang turun di stasiun kereta api lamongan berhasil diamankan petugas. mereka diamankan lantara tidak memiliki identitas jelas.

bahakan salah seorang warga lamongan nekat menerobos petugas dan memukul salah seorang bonek yang diamankan. warga lamongan yang melakukan pemukulan tersebut kini diperiksa petugas.

akp agus wahono, kabag ops polres lamongan mentakan, pemulangan bone yang akan memberikan dukungan pada persebaya di stadiun surajaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan yang akan timbul jelang pertandingan persela menjamu persebaya.

antisipasi kedatangan bonek tidak ahanya dilakukan di stasiun kereta. disumlah titik jalaur poros pantura lamongan gresik juga dilakukan sweeping kendaraan bermotor yang diduga mengangkut bonek.


Sunday, 27 December 2009

Warga Jabung Laporkan Kades Ke Polisi

Seratusan warga desa jabung kecamatan laren lamongan, senin siang melaporkan kades mereka ke polisi. kades desa jabung beserta sejumlah perangkat desa, dituduh melakukan penggelapan uang penjulan tanah negara senilai 5,8 milyar rupiah.


Warga desa jabung ini mendatangi mapolres lamongan untuk melaporkan kepala desa mereka, ahmad rozi beserta perangkat desa dan BPD.

kades beserta perangkat desa lainnya diduga telah menggelapkan uang senilai 5,8 milyar rupiah, hasil dari penjulan tanah negara yang berpuluh tahun sudah dikelola warga. tanah tersebut dijual untuk keperluan pembangunan waduk.

Modus penggelapan tersebut, yakni dengan cara menerbitkan surat pemberitahuan pajak terhitung (sppt), atas nama 33 orang. diantara 33 nama tersebut adalah kedes beserta perangkat desa dan BPD.

Tanah negara yang digelapkan seluas 65 hektare, dengan harga setiap hektare mencapai 90 juta rupiah. warga yang sudah mengelola tanah tersebut sejak puluhan tahun justru tidak diberitahu.

Selain melaporkan kasus penggelapan ini ke polisi. warga desa jabung juga melaporkan kepala desa beserta perangkat desa yang terlibat penggelapan tersesebut ke kejaksaan setempat.

Monday, 21 December 2009

Jual Tanah TN, Perangkat Desa Didemo Warga

Ratusan warga desa jabung kecamatan laren, selasa siang mengepung balai desa mereka. mereka menuntut kepala desa beserta aparat desa lainnya, mengembalikan uang penjualan tanah negara senilai 5,8 milyar rupiah.

secara bergelombang warga mendatangi kantor balai desa jabung. ratusan warga dari yang tua hingga anak-anak berkumpul menggelar unjuk rasa di balai desa setempat.

warga mempersoalkan tindakan kepala desa, ahmad rozi beserta perangkat serta anggota bpd yang telah menjual tanah negara untuk keperluan pembuaatan waduk oleh pemerintah daerah lamongan.

sebelum adanya pembebasan waduk oleh pemerintah daerah. kepala desa dan perangkat desa telah mengalih namakan 65 hektare tanah negara menjadi hak milik. padahal tanah tersebut merupakan tanah negara yang sudah dikelola warga sejak puluhan tahun silam.

65 hektare tanaha negara tersebut kemudian dijual untuk keperluan proyek waduk dengan harga 90 juta per hektare. total harga tanah yang dijual mencapai 5, 8 milyar rupiah.

dari 24 orang perangkat desa yang diduga melakukan penjulan tanah negara, 3 orang diantaranya telah mengembalikan uang penjulan senilai 150 juta rupiah.

warga menyayangkan tindakan kepala desa beserta perangkat desa lainnya yang telah menyalahgunakan wewenang untuk menjual tanah negara. mereka juga meminta agar kepala desa dan perangkat desa mengembalikan uang penjualan tanah negera tersebut kepada warga.

meski telah dua jam menunggu, namun kepala desa dan perangkatnya tak juga menemui warga di balai desa. namun warga tetap bersemangat menunggu kedatangan kepala desa mereka. dari lamongan, abdul wakhid melaporkan.