Pages

Tuesday, 7 April 2009

H-1 Pencontrengan, Atribut Kampanye Masih Marak

Kesadaran para caleg dan partai politik di Lamongan dalam menghormati masa tenang nampaknya masih rendah. Terbukti hingga h-1 pencontrengan, atribut partai politik maupun alat peraga kampanye caleg masih bertebaran di penjuru kota dan desa.

Baliho dengan ukuran lebih dari dua meter ini, masih berdiri tegak meski masa tenang memasuki hari kedua. Caleg maupun partai politik yang memasang baliho tersebut, tidak berusaha mentaati aturan yang telah ditetapkan komisi pemilihan umum.

Meski diberi kesempatan untuk menurunkannya, para caleg nampaknya enggan untuk menurunkannya hingga akhirnya ditertibka pihak yang berwenang.

Di lamongan, hampir semua partai politik tidak mengindahkan aturan untuk menurunkan atribut atau alat peraga kampanye di masa tenang. Rabu pagi, satuan polisi pamong praja kabupaten Lamongan yang melakukan penertiban mendapati ratusan spanduk, baliho serta bendera yang dipaku di pohon maupun yang berada di tempat-tempat umum.

Bahkan di beberapa posko calon legislatif dan posko partai politik, baliho besar masih dipampang dan belum di turunkan. Petugaspun tidak berwenang menurunkannya. Mereka hanya menghimbau pemiliknya agar segera menurunkan alat peraga yang berada di tempat strategis tersebut.

Sunday, 5 April 2009

Caleg Cari Simpati dengan Air Ponari

Beragam cara dilakukan calon anggota legislatif untuk menarik simpati warga. Salah seorang caleg PDI Perjuangan asal Lamongan, memilih membagikan air dukun ponari gratis untuk merebut simpati warga.

Puluhan warga minggu sore Antri di depan rumah Suhandoyo, salah seorang kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di desa deket agung kecamatan sugio. Mereka menunggu tempat minum mereka diisi dengan air yang didatangkan langsung dari jombang dan telah dicelupi batu ajaib dukun ponari.

Mendengar air ponari dibagikan gratis, warga kemudian datang hilir mudik. Mereka yang sudah lama ingin ke jombang untuk menemui dukun ponari akhirnya bisa dimudahkan dengan pembagian air ponari gratis ini.

Panitia menyiapkan satu tangki berisi 6000 liter air bersih. Air di tangki tersebut kemudian dicelupi batu ajaib dari dukun cilik ponari.

Sementara itu, Suhandoyo, caleg dari PDI Perjuangan ini mengaku hanya ingin memberi manfaat pada warga disekitarnya.

Meski pembagian air ponari ini berlebel gratis, amun warga tidak sepenuhnya gratis untuk mendapatkannya. Warga masih dianjurkan memberikan suaranya saat pilihan legislatif sembilan april mendatang kepada pemberi air ponari.

Wednesday, 1 April 2009

Delapan Kecamatan Belum Terima DPT

Sebanyak delapan kecamatan di Lamongan, hingga kini belum menerima salinan daftar pemilih tetap (DPT) yang akan digunakan untuk pelaksanaan pemilu 2009 mendatang. Keterlambatan tersebut akibat rekanan KPU yang melakukan pencetakan DPT belum mengirimkan ke KPU.

Diantara delapan kecamatan yang belum menerima salinan DPT antara lain kecamatan Kedungpring, Kecamatan Babat dan kecamatan Solokuro.

Isnandar, salah seorang anggota KPUD Lamongan mengatakan, selain salinan DPT untuk 8 kecamatan tersebut, KPU Lamongan juga masih kekurangan salinan DPT untuk beberapa desa di 27 kecamatan yang ada di Lamongan.

Isnandar mengatakan, salinan DPT tersebut saat ini seharusnya sudah diterima oleh PPS di tingkat desa untuk kemudian divalidasi data pemilihnya.

Selain digunakan untuk validasi pemilih, lanjut Isnandar, DPT ini sebenarnya harus segera diumumkan di PPS untuk selanjutnya akan dipakai sebagai daftar pemilih sementara (DPS) pada pilpres mendatang.

Lebih jauh Isnandar menambahkan, selain belum adanya salinan DPT di delapan kecamatan tersebut, sampai saat ini KPU Lamongan juga masih kekurangan sejumlah logistik pemilu. Diantaranya kertas suara yang berjumlah 40 ribu dan beberapa formulir yang akan digunakan pada saat hari h pemungutan suara.