Pages

Saturday, 24 April 2010

Alami Gangguan Jiwa, Dipasung

Seorang pemuda warga kecamatan tikung lamongan, lebih dari enam tahun dipasung keluarganya. pemuda tersebut mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan pil koplo.


kondisi sugiyanto, 26 tahun, warga dusun karang pilang, desa jatirejo, kecamatan tikung ini cukup memprihatinkan. lebih dari enamtahun ia dipasung keluarganya di dalam rumah.

sugianto dipasung keluarganya lantaran mengalami gangguan jiwa. selama dalam pasungan, sugianto dirawat oleh tipah, neneknya.

sugianto lahir dalam keadaan normal, namun ketika memasuki bangkus smp, sugianto kecanduan minum pil koplo. bahkan jika dirasa dosisnya kurang, sugianto kerap meminum obat sakit kepala dicampur minuman bersoda.

sejak saat itulah kejiawaan sugiyanto labil. bahkan keluarganya menganggap sugianto sudah gila. ia kerap marah-marah dan merusak perabotan rumah. bahkan rumah tetanggapun tak luput dari amukannya.

bagi keluarga, memasung sugiyanto dengan cara merantai kakinya dan dikat pada tiang bambu, merupakan cara terbaik agar sugiarto tetap dalam pengawasan.

tipah, nenek sugianto mengaku tidak mempunyai biaya untuk membawa cucunya ke rumah sakit jiawa. ayah sugianto pergi entah kemana. sementara ibunya juga jarang di rumah karena sibuk bekerja untuk menghidupi sugianto.

kini keluarga hanya berharap uluran tangan dari pemerintah dan para dermawan untuk pengobatan sugianto. mereka ingin sugianto bisa kembali hidup normal seperti sedia kala.


Tuesday, 20 April 2010

Pilkada Lamongan Ricuh, Massa Bentrok dengan Polisi

Penghitungan hasil perolehan suara pemilihan kepala daerah lamongan berlangsung ricuh. massa pendukung salah satu pasangan calon bupati yang kecewa dengan hasil perhitungan yangdilakukan oleh kpu terlibat bentrok dengan polisi.


Bentrokan ini terjadi sesaat setelah komisi pemilihan umum daerah lamongan, mengumumkan hasil perolehan suara empat pasangan calon bupati lamongan.

Massa dari salsah ssatu pasangan calon yang tidak puas dengan hasil perhitungan tersebut berusaha merangsek ke kantor k-p-u-d lamongan. namun massa dihalangiratusan polisi yang disiagakan di depan gedung k-p-u-d. bentrokan antara massa dan polisipun tak dapat dihindari.

bentrok antara massa dan polisi ini, hanya satu dari beberapa skenario simulasi penanganan kerusuhan pilkadalamongan 2010. similasi ini digelar untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan selama tahapan pemilihan kepala daerah lamongan berlangsung. “Kita tidak menginginkan terjadi kerusuhan, tetapi tetap harus kita antisipasi”, ujar wakapolres lamongan Kompol Tony Sugiyanto di sela-sela pelaksanaan simulasi.

Pemilihan kepala daerah lamongan yang diikuti empat pasangan calon diprediksi akan berlangsung tegang, setiap pasangan calon mempunyai kekuatan massa yang hampir merata dan sangat berpotensi menimbulkan konflik ditingkat bawah.

Ratusan personil polisi dilibatkan dalam simulasi ini. namun pada pelaksanaan pilkada 23 mei mendatang hingga penghitungan suara, polisi akan dibantu pasukan dari polwil bojonegoro dan polda jawa timur.

Sunday, 18 April 2010

Mahasiswa Unisda Tuntut Transparansi Birokrasi Kampus

Puluhan mahasisawa universitas islam darul ulum (Unisda) lamongan, minggu siang menggelar unjuk rasa menuntut transparansi birokrasi kampus dan pemenuhan fasilitas belajar mengajar. unjuk rasa tersebu diwarnai dengan aksi bakar keranda mayat sebagai simbol matinya birokrasi kampus mereka.


Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi intra dan ekstra kampus ini, membakar keranda mayat di halaman gedung rektorat.mahasiswa menilai selama ini rektorat tidak transparan. baik dalam hal keuangan maupun kebijakan. selain itu, mahasiswa menuntut agar pihak universitas segera melengkapi fasilitas belajar-mengajar.


meski aksi bakar keranda mayat dan ban bekas tersebut menyebabkan asap pekat, namun tidak ada satupun pihak universitas yang mebghentikan aksi mahasiswa tersebut.


selain membakar keranda mayat, mahasiswa juga menempelkan poster yang berisi tuntutan di depan kantor rektor. aksi tersebut sebagai bentuk kekesalan mereka karena selama ini tuntutan mahasiswa tidak pernah ditanggapi.


korlap aksi, ali fuad mengatakan, tuntutan mahasiswa tersebut sangat wajar mengingat mahalnya biasa pendidikan di kampus mereka.


sebelum melakukan aksi bakar-bakar di halaman rektorat, mahasiswa dari berbagai organisasi ini melakukan mimbar bebas. meski tidak berujung anarkhis, namun kegiatan perkuliahan di universitas ilam darul ulum lamongan sempat terganggu.