Pages

Wednesday, 27 May 2009

Pawai Budaya HUT Lamogan ke 440

Pawai Budaya dalam perayaan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 440 tahun ini berlangsung dengan tampilan berbeda. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pawai yang mengambil start di depan Pendopo Lokatantra setempat kali ini dibuka dengan sajian drama tari kolosal yang mengambil kisah lintasan sejarah Lamongan, Rabu (27/5).

Drama tari yang dibawakan sejumlah 80 mahasiswa asal Lamongan di sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya itu mengisahkan sejarah Kabupaten Lamongan dalam tiga babak utama. Mulai dari era Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Demak Bintoro hingga diwisudanya Rangga Hadi sebagai Adipati pertama Lamongan.

Babak pertama mengisahkan era Kerajaan Mjapahit di Lamongan yang ditandai dengan adanya Prasasti Bululuk (sekarang Bluluk). Prasasti ini menegaskan bahwa daerah yang bernama Bululuk adalah bumi mardikan. Yakni bumi yang masyarakatnya dibebaskan dari tarikan pajak oleh Kerajaan Majapahit.

Kemudian babak kedua beralih pada masa berkembangnya agama Islam di era Kerajaan Pajang hingga Kerajaan Demak Bintoro. Pada era inilah bangsa Portugis datang untuk menjajah sehingga pecah perang melawan Kerajaan Demak Bintoro Pada babak ini para penari menggambarkannya dengan Tari Kuntulan yang kental dengan budaya Islam.

Drama tari itu kemudian ditutup dengan babak diwisudanya Rangga Hadi, pemuda asal Dusun Cancing (Ngimbang) menjadi adipati pertama Lamongan dengan dengan gelar Tumenggung Surajaya oleh Sunan Giri IV dari Mapel (Gresik). Pelantikan Rangga Hadi pada 10 Dzulhijah atau 26 Mei 1569 masehi yang bertepatan dengan Hari Idul Adha tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menangkal masuknya Portugis.

Dalam pawai budaya yang diikuti dari 27 kecamatan di Lamongan dengan menampilkan 34 sajian budaya tersebut, Bupati Lamongan Masfuk dengan Wakil Bupati Tsalits Fahami serta Ketua DPRD Makin Abbas bersama isteri turut dalam kemeriahan itu. Mereka berpakaian lengkap ala raja dan permaisuri jawa. Sementara Sekkab Fadeli dan pejabat lainnya berpakaian adapt khas jawa timuran lengkap.

Dalam sambutannya, Masfuk sampaikan apresiasinya atas gelaran pawai budaya yang tampilkan berbagai kesenian yang bersumber dari nilai-nilai budaya lokal. Gelaran budaya seperti itu, lanjut Masfuk, penting untuk kembangnya budaya lokal seiring dengan tumbunya wisata di Lamongan. Dia berharap, budaya lokal yang ditampilkan itu mampu menarik animo generasi muda agar mampu pertahankan dan kembangkan budaya lokal Lamongan. “Dimasa mendatang saya berharap akan muncul seni-seni baru dari budaya lokal Lamongan, “ kata dia.

Thursday, 23 April 2009

Bayi Tujuh Bulan Menderita Gizi Buruk

Seorang bayi di Lamongan yang masih berusia tujuh bulan, menderita gizi buruk. Saat ini bayi yang sempat didiagnosa mengidap penyakit paru-paru ini, hanya bisa terbaring tak berdaya di rumah sakit dokter sugiri lamongan.

Muhammad Zakarsih, bayi yang baru berusia tujuh bulan ini anak bungsu dari lima bersaudara. Warga desa Bulu Tratai kecamatan Babat ini, sejak empat hari terakhir menghuni ruang anak di rumah sakit dokter Sugiri Lamongan.

Menurut dokter, Zakarsih sempat didiagnosa mengidap penyakit paru-paru. Setelah dilakukan pemeriksaan, tim dokter rumah sakit dokter Sugiri Lamongan menyatakan Zarkasih menderita gizi buruk.

Kondisi Zakarsih saat ini sangat memprihatinkan, selain mengidap kelainan pada mata, pernafasan zarkasih juga tidak normal.

Siswati, ibu penderita gizi buruk ini mengatakan, sejak dua bulan terakhir, anaknya sudah empat kali opname di rumah sakit yang sama.

Dokter Su'udi, humas rumah sakit dokter Sugiri Lamongan membenarkan jika pasien dari desa Bulu Tratai kecamatan Babat ini menderita gizi buruk.

Saat ini tim dokter dari rumah sakit pemerintah tersebut sedang melakukan usaha untuk mengembalikan kondisi pasien. Mengenai biaya perawatan, Su’udi menyatakan, rumah sakit dokter Sugiri akan menanggung semua biaya perawatan hingga penderita gizi buruk ini sembuh.

Wednesday, 15 April 2009

Cukur Gundul Pertanda dapat Kursi DPRD

Meski secara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Lamongan belum mengumumkan jumlah perolehan suara, namun seorang caleg di Lamongan sudah optimis akan memperoleh kursi legislatif. Tim sukses caleg tersebut kemudian melakukan cukur gundul sebagai bentuk rasa syukur.


Sejumlah tim sukses Suwoto, caleg Partai Golkar dengan nomor urut satu ini, rabu siang melakukan cukur gundul di kantor Partai Golkar di jalan Lamongrejo.

Para simpatisan dan tim sukses ini melakukan cukur gundul meski KPU Lamongan, belum mengumumkan hasil akhir perhitungan suara pemilu legislatif pada sembilan april lalu.

Suwoto caleg yang bertarung di daerah pilihan satu ini mengaku sementara ia sudah memperoleh enam ribu lebih suara. Jumlah tersebut ia dapatkan dari rekapitulasi suara pemilu yang dilakukan oleh saksi Partai Golkar di sejumlah tempat pemungutan suara di daerah pemilihan satu.

Perhitungan suara di Lamongan sendiri belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Hinggi hari ini, perhitungan suara baru sampai di tingkat kecamatan.