Pages

Wednesday, 4 February 2009

KPU Ompong, Baliho Partai dan Caleg Masih Menjamur


Meski melanggar izin, namun hingga kini (03/02/09), baliho partai dan caleg masih bertebaran di sudut-sudut kota Lamongan. Meski Panwas sudah merekomendasikan KPUD Lamongan untuk melakukan penertiban, namun jumlah Poster dan baliho di sembarang tempat semakin menjamur.


Monday, 2 February 2009

Luapan Sungai Bengawan Solo rendam Sawah dan Rumah


Luapan air sungai bengawan solo merendam puluhan hektar sawah siap panen di kecamatan Babat Lamongan. Akibatnya para petani terpaksa memanen dini padi mereka. Selain merendam sawah, luapan air bengawan solo selasa siang mulai memasuki pemukiman warga di desa truni.

Luapan air sungai bengawan solo rabu siang mulai memasuki perumahan warga di Desa Truni kecamatan Babat. Derasnya arus air, nyaris memutus jalan desa tersebut.

Hingga kini, air belum masuk pemukiman warga. Namun sebagian besar pekarangan warga kini sudah dipenuhi air yang semakin lama semakin tinggi.

Puluhan hektare tanaman padi dan jagung di desa tersebut kini sudah tak terlihat lagi. Sebagian kecil para petani terpaksa memanen dini padi mereka. Namun masih banyak yang tidak bisa dipanen karena air sudah terlalu tinggi.

Sementara itu, dua rumah warga yang berada di desa Bedahan kecamatan Babat, rabu siang nyaris tenggelam. Kedua rumah warga tersebut berada di bantaran sungai bengawan solo. Keduanya hanya berjarak sepuluh meter dari bibir sungai. Para penghuninya kini mendirikan tenda pengungsian di tanggul sungai yang tak jauh dari rumah mereka.

Sunday, 1 February 2009

Bengawan Solo Siaga Dua, Warga Tinggikan Tanggul


Debit air sungai bengawan solo yang melintasi Lamongan semakin meningkat. Ketinggian air mencapai 6,80 meter dan dinyatakan sebagai kondisi siaga dua. Tanggul bengawan solo di beberapa titik nyaris jebol. Warga yang khawatir terjadi banjir berusaha meninggikan tanggul dengan karung berisi tanah.

Ketinggian air sungai bengwan solo yang melewati bendungan gerak babat, tercatat naik sejak sehari terakhir. Saat ini ketinggian air mencapai 6,80 meter. Kondisi ini dinyatakan sebagai kondisi siaga dua.

Menurut Muhtar, penjaga pintu air bendungan gerak Babat, volume air sungai bengawan solo mencapai 1500 meter kubik per detik. Kondisi ini memaksa petugas untuk membuka semua pintu air.


Meski baru dinyatakan dalam kondisi siaga dua, namun tanggul bengawan solo di beberapa titik menunjukkan tanda-tanda akan jebol. Salah satu titik yang parah berada di desa Gedangan kecamatan Maduran.

Di titik ini, lebar tanggul hanya tersisa dua meter, kondisi diperkirakan akan semakin parah mengingat saat ini ketinggian air sungai di titik tersebut sudah nyaris sejajar dengan tanggul. Warga yang khawatir tanggul akan jebol, berusaha meninggikan tanggul dengan karung yang diisi tanah.

Selain mengikis tanggul sungai, air bengawan solo juga mengancam rumah warga yang berada di bantaran sungai. Beberapa rumah di desa Gedangan terancam longsor dengan semakin tingginya debit air sungai. Kini jarak antara rumah warga dan bibir sungai tak lebih dari dua meter.