Pages

Wednesday, 19 November 2008

Petani Keluarkan Biaya Ekstra untuk Pemupukan

Seperti musim tanam sebelumnya, musim tanam kali ini petani di Lamongan juga diresahkan dengan langkanya pupuk di pasaran. Kelangkaan tersebut memicu harga pupuk menjadi mahal. Kenaikan harga tersebut mencapai dua kali lipat dari harga eceran tertinggi pemerintah (HET).

Tuesday, 18 November 2008

PayPal Berbahasa Indonesia

Entah saya yang kuper atau saya yang telat dapat info ya, kalo PayPal sekarang sudah support bahasa indonesia. Padahal baru kemaren malam saya iseng2 ngecek PayPal, tapi tidak melihat sedikitpun perubahan pada bahasa, apalagi pada tampilan.

Hari ini iseng nyoba lagi buka PayPal dan tanpa sengaja melihat bendera kecil merah-putih di sebelah kanan atas..ya tidak salah lagi itu Bendera Indonesia. Setelah login beberapa saat, benar saja pilihan paypal bahasa indonesia ini benar2 pilhan yang sempurna, terutama yang bahasa inggris-nya dodol seperti oom :). Yang jelas, melihat dari penggunaan bahasa juga tidak terlalu baku dan mudah dipahami.


Yah sudah, semoga saja dukungan PayPal untuk bahasa indonesia ini juga mempermudah proses withdraw dan support ke semua Bank Lokal ya..kita tunggu saja kelanjutannya.

Wednesday, 12 November 2008

Amrozi dan Mukhlas Dimakamkan di Tanah Keluarga

Jenazah Amrozi dan Mukhlas, terpidana mati kasus bom bali satu yang dieksekusi pada hari sabtu lalu, dimakamkan di makam di tanah keluarga di desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Lamongan. Makam mereka berdampingan dan hanya di tandai dengan batu nisan putih dari batu kapur.

Amrozi dan kakaknya Ali Ghufron alias Mukhlas, dimakamkan berdampingan di tanah keluarga yang bersebrangan dengan makam umum desa Tenggulun. Makam tersebut berjarak 100 meter dari pondok pesantren Al-islam.

Makam keduanya berada diantara rimbunnya pohon mangga. Diantara pohon mangga yang ada, terdapat tulisan “makam syuhada”. Makam Mukhlas berada di sebelah barat adiknya, Amrozi. Tidak ada yang istimewa dari makam kedua terpidana mati kasus bom bali satu itu. Hanya nisan dari batu kapur putih yang dijadikan penanda keduanya.

Menurut ustad Khozin, saudara Amrozi dan Mukhlas, jenazah kedua adiknya dimakamkan di tanah milik keluarga karena sudah menjadi wasiat terakhir Amrozi dan Mukhlas. Selain itu, dengan dimakamkannya mereka berdua di makam khusus, akan memudahkan para peziarah baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk mengenalinya.

Sementara terkait pelarangan pengambilan gambar oleh wartawan saat prosesi pemakaman. Usatad khozin meminta maaf pada seluruh Wartawan. Tindakan tersebut dilakukan karena keluarga trauma dengan pemberitaan negatif media selama ini.